Terletak di wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Disini, para wisatawan bisa mengagumi Indahnya Air Terjun Tirtosari Dan Telaga yang hanya berjarak sekitar 2,5km dari telaga Sarangan, anda bisa Mendatangi obyek wisata ini dengan mudah dari Kota Solo, Jawa Tengah di sebelah barat, Atau kota Madiun, Jawa Timur di sebelah timur. Letaknya yang cukup tinggi di lereng Gunung Lawu, sekitar 1000m diatas permukaan laut, membuat  suhu udara di lokasi ini sangat sejuk, bahkan sering terasa sangat dingin di malam hari.

Berdasarkan informasi yang didapat dari petugas setempat, ditambah info dari tokoh dan warga setempat, nama lain dari Telaga Sarangan adalah Telaga Pasir. Hal ini karena berkaitan dengan cerita asal mula Telaga Sarangan.
Konon, dikatakan, awal terjadinya Telaga Sarangan adalah dari kisah hidup sepasang suami-istri bernama Kyai Pasir dan Nyai Pasir. Dahulu kala mereka hidup di kaki Gunung Lawu.
Pada suatu hari, Kyai Pasir menemukan sebutir telur di bawah pohon yang akan ditebangnya. Telur itu kemudian dibawa pulang, dan dimasak oleh istrinya. Setelah matang, separuh telur dimakan oleh Kyai Pasir, dan separuhnya dimakan oleh Nyai Pasir.
Setelah memakannya, Kyai Pasir menuju ke ladang untuk bertanam. Namun dalam perjalanan ke ladang, tubuhnya terasa panas, kaku, dan sakit. Akhirnya Kyai Pasir rebah dan berguling-guling di tanah.
Tiba-tiba wujudnya berubah menjadi ular naga yang besar. Hal ini juga dialami oleh Nyai Pasir. Kedua naga itu akhirnya tetap berguling-guling, menyebabkan cekungan di tanah. Cekungan itu semakin lama semakin dalam, dan tiba-tiba tersembur air yang cukup besar di dalamnya.
Dalam sekejap, cekungan itu sudah dipenuhi air, dan berubah menjadi telaga. Telaga inilah yang dikenal dengan Telaga Pasir atau Telaga Sarangan.
Sejak itu, setahun sekali, tepatnya pada hari Jumat Pon bulan Ruwah, di telaga ini diadakan acara Larung Tumpeng. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk ungkapan syukur masyarakat desa. Dalam upacara ritual ini, warga melarung persembahan atau sesaji ke tengah telaga.
  Sekarang Di sekeliling tepian telaga, banyak speedboat yang disewakan untuk mengelilingi telaga. Jika ingin sedikit romantis, bisa menggunakan sepeda air. jika Anda takut air? Tak perlu khawatir. Para pengunjung tetap bisa menikmati keindahan telaga dengan menunggang kuda. Semuanya dengan tarif yang relatif terjangkau.

Sesudah berkeliling telaga, perjalanan bisa dilanjutkan menuju air terjun Tirtosari. Dengan Berjalan menikmati pemandangan Perbukitan Dan Perkebunan yang indah Atau Juga Bisa ditempuh dengan kendaraan hingga sekitar 1,5km. Selebihnya, sekitar 1km pengunjung harus berjalan kaki menyusur jalan setapak yang kadang menanjak dan berkelok. Sedikit berkeringat memang, namun takkan rugi mengunjunginya.

Sepanjang jalan menuju air terjun, terdapat banyak lahan sayur mayur seperti wortel, kubis,  sawi milik warga. Jika beruntung,  pengunjung bisa saja membelinya dengan harga murah.  Sampai di air terjun, Lelah dan keringat serasa hilang melihat keindahannya. Banyak yang percaya, membasuh muka di air terjun ini bisa membuat awet muda.

Tak hanya wisata alam. Telaga Sarangan juga lengkap dengan sajian kuliner. Sate kelinci, jagung bakar dan wedhang ronde adalah menu utama di warung-warung lesehan yang berjajar di tepi telaga. Untuk oleh-oleh, aneka tanaman hias, kue maupun beragam kerajinan tangan bisa pula didapat di sekeliling telaga ini.

Ingin memperpanjang waktu menikmati keindahan alam disini atau bermalam? Tersedia banyak hotel dan penginapan dengan fasilitas memadai.  Pengunjung bisa memilih sesuai kantong dan selera.

Poskan Komentar

  1. Terima kasih artikelnya bagus, kita jadi tahu asal mula telaga sarangan. Salam kenal n sukses Gan. Kira-kira tarif Penginapannya berapaan ya? Bisa kasih kisaran/gambaran ke: OBYEKTIF.COM trims.

    Salam kompak:
    Obyektif Cyber Magazine
    (obyektif.com)

    BalasHapus

 
Top